Perkenalkan teman-teman, namaku  Tejo. Aku tinggal di srengat yaitu sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Aku tinggal di pemukiman yang berada di sekitar kita bukit pertapaan.

Sekitar lima hari yang lalu sepupuku lahir, sepulang dari rumah bersalin sepupuku yang baru itu digendong bayi sambil berkeliling rumah dan lingkungan sekitar oleh dukun bayi. Setelah itu, sepupuku dibawa kembali ke rumah, dirumahnya tersedia berbagai mainan, jajanan, dan uang koin. Aku dan teman-teman diundang Budhe Winarni ke rumahnya untuk memperebutkan barang tersebut, kata suaminya Budhe Winarni tradisi itu dinamakan Nurunkeun, suami Budhe Winarni adalah orang Sunda.

Hari ini giliran ayahku mendapat undangan untuk kenduri di rumah budhe winarni. Kata Bapak, ketika sampai di sana sudah banyak tamu undangan lain yang sudah hadir dahulu, ternyata bapaknya Wira, abahnya Cecep dan papanya Alo juga diundang.

Semua tamu duduk di atas tikar yang di gelar di lantai,   rupanya Budhe Winarni sedang menggelar acara sepasaran bayi untuk anaknya yang baru lahir.Sepasaran atau Puputan adalah perhitungan waktu Jawa yang lamanya lima hari. Selamatan sepasaran adalah selamatan yang diadakan pada waktu bayi berumur lima hari. Upacara Sepasaran ini ditujukan untuk memohon keselamatan bagi bayi. Namun demikian ada kalanya sementara orang yang mengadakan selamatan sepasaran menunggu apabila tali pusat putus (puput puser), yang biasanya terjadi pada waktu si bayi berumur 5 hari. Oleh karena itu sementara orang menyebut selamatan sepasaran itu dengan istilah puputan atau cuplak puser. Pada kesempatan itu   diumumkanlah nama untuk Si Bayi. 

Berbagai macam perlengkapan untuk acara tersebut sudah disiapkan. Aneka macam hidangan sudah disiapkan ditengah-tengah para tamu yang hadir hidangan itu antara lain Nasi tumpeng (buceng) dan nasi golong tujuh buah de­ngan lauk-pauk yang terdiri dari gudhangan, panggang ayam, telur rebus, lodheh kluwih. Pisang raja dua sisir (Jawa: setangkep).Jajan pasar atau tukon pasar yang berupa beberapa ma­cam makanan kecil (kue-kue) dan buah-buahan.Bubur merah, bubur putih, jenang sengkolo yaitu bubur merah yang diatasnya diberi bubur putih.Nasi brok yaitu nasi yang ditaruh di dalam satu piring dengan lauk-pauknya.

Setelah mereka selesai berdoa hidangan tersebut dibagi secara rata dibungkus dengan daun pisang kemudian dibawa pulang  untuk dimakan bersama keluarga di rumah sekalipun banyak undangan yang berbeda suku dan agama tapi semua yang hadir dalam acara Budhe Winarti sepertinya mengikuti acara dengan hikmat.

Komentar